Berada di kaki Gunung Rinjani, berjarak sekitar 95 kilometer dari Mataram, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat, ternyata Pemerintah Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, justru melek internet. Berbagai informasi desa dibuka secara ”online”, pelayanan bagi warga dipermudah. Semua itu tak lepas dari kerja keras Kertamalip (50), sang kepala desa.

Oleh ILHAM KHOIRI

20160224IAM-sosok-kertamalip 2
Kertamalip Kepala Desa Karang Bajo, Bayan, Lombok Utara, NTB foto untuk sosok

Foto: KOMPAS/ILHAM KHOIRI

“Angin puting beliung dibarengi hujan besar Senin lalu, 1 Februari 2016, jam 15.00 Wita, mengangkat semua atap rumah Inaq Gani tanpa tersisa, membuat isi rumah berantakan, sementara penghuni rumah pergi mencari nafkah. Begitu pulang, atap rumahnya sudah tidak ada, spontan pemilik rumah menangis.”

Demikian status Kertamalip, dengan nama akun Bang Ardes, pada laman Facebook-nya, 7 Februari 2016. Catatan itu dilengkapi foto rumah mungil berdinding batako tanpa plester yang kehilangan seluruh atapnya. Puluhan orang menyukainya (like) dan beberapa berkomentar.

”Sedih melihatnya, Pak Kades,” kata seorang warga. ”Jangan jadi tontonan, tapi mari kita bantu,” sahut warga lain. Ada yang langsung bertanya, ”Kapan kita gotong royong untuk memperbaikinya?”

Atas semua itu, masih di laman Facebook, Bang Ardes merespons, ”Jika uangnya terkumpul, baru kita gotong royong.”

Lewat media sosial, Kertamalip mengajak warga untuk mendiskusikan berbagai persoalan desa. Tak cuma bercuap-cuap di dunia maya, kepala desa itu juga bergerak nyata di lapangan. Dia sudah membuat laporan kerusakan rumah Inaq Gani ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok utara. Pada saat bersamaan, dia menggalang sumbangan.

”Butuh dana sekitar Rp 15 juta untuk memperbaiki rumah itu, seperti untuk beli kayu, atap seng, atau ongkos tukang,” ujarnya.

Obrolan di Facebook itu sedikit menggambarkan bagaimana Kertamalip memanfaatkan teknologi informasi untuk membicarakan berbagai persoalan desa. Tentu, komunikasi lewat media sosial itu hanya proses awal yang ditindaklanjuti dengan langkah-langkah nyata di lapangan. ”Dengan sistem online, kami berkomunikasi dengan warga, tanpa warga datang ke kantor desa,” katanya saat ditemui di rumahnya di Karang Bajo, suatu sore, awal Februari 2016.

Kami berbincang di barugak, balai kecil tanpa dinding di depan rumah. Kertamalip memaparkan sistem informasi desa sambil membuka komputer jinjing yang terkoneksi internet. Di luar, hujan deras mengguyur.

Kanal-kanal informasi

Meski berada di pedalaman, Desa Karang Bajo memiliki sistem informasi yang lengkap. Selain Facebook dengan akun atas nama Bang Ardes dan Desa Karang Bajo, Kertamalip juga aktif mengembangkan blog http://desakarangbajo.blogspot.co.id/ dan situs http://karangbajo-lombokutara.sid.web.id/. Di kanal-kanal itu, warga memperoleh berbagai informasi, mulai dari sejarah desa, visi-misi pemerintahan desa, program pembangunan, laporan keuangan, berita, peraturan desa, sampai statistik.

Ada juga informasi pelayanan, seperti membuat KTP, kartu keluarga, atau akta catatan sipil. Warga yang mau mengurus semua itu bisa menyiapkan berbagai persyaratan sebagaimana tercantum di blog atau situs. Saat datang ke kantor desa, proses administrasi bisa lebih cepat. ”Kami pernah meluncurkan pelayanan 5 menit selesai,” ujar Kertamalip.

Kanal-kanal online itu juga menerima pengaduan dari warga. Kepala desa tak hanya menerima berita menyenangkan, tetapi juga bermacam aspirasi, keluhan, serta kritik yang penting untuk membangun daerah itu.

Kertamalip juga sempat aktif di Twitter dengan akun @ArdesBang. ”Tapi, sudah tidak aktif lagi setelah kelupaan kata kuncinya,” katanya.

Sistem informasi Desa Karang Bajo juga leluasa diakses publik luas. Saat ini, blog dan situs Desa Karang Bajo sudah diakses oleh puluhan ribu pengunjung. Desa ini juga langganan kunjungan langsung dari mahasiswa, peneliti, atau pejabat pemerintah.

Atas pencapaian itu, Kertamalip mengantongi sejumlah penghargaan. Sebut saja, anugerah Kepala Desa Pelopor Good Governance dalam Pengelolaan Keuangan Desa (2015), Kepala Desa Berprestasi Bidang Informasi Desa (2013), serta Kader Lestari Bidang Kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI dan Penghargaan Pelita Nusantara yang diserahkan Wakil Presiden Boediono (2013).

Penghargaan terakhir itu diberikan berkat kegigihan Kertamalip dalam menekan angka kematian ibu melahirkan sampai nol. Desa itu memiliki ambulans yang siap menjemput ibu hamil yang akan melahirkan untuk dibawa ke puskesmas.

Bermula dari radio

Pengembangan sistem informasi desa itu bermula dari aktivitas Kertamalip di radio. Pada tahun 2002, dengan peralatan siaran yang dibeli dari hasil patungan warga, dia bersama teman-temannya membuat radio komunitas, Primadona FM. Radio itu menyiarkan berita lokal, informasi, dan tembang sasak. Kertamalip tampil sebagai penyiar dengan nama udara ”Bang Ardes”.

Tahun 2007, Kertamalip terpilih menjadi Kepala Desa Karang Bajo, yang merupakan hasil pemekaran. Dibangunlah studio radio di kantor desa. Bang Ardes sesekali masih tampil, terutama untuk acara Informasi dan Musik alias Infus pada malam hari. Penggemarnya kian banyak.

Namun, studio radio itu sempat rusak. Pada saat bersamaan, Kertamalip mulai tertarik pada teknologi internet. Diluncurkanlah blog http://desakarangbajo.blogspot.co.id/ pada tahun 2010, lalu http://karangbajo-lombokutara.sid.web.id/ pada 2014. Situs terakhir itu merupakan program pemerintah.

Sebenarnya Kertamalip tak punya latar belakang pendidikan komunikasi, apalagi teknologi internet. Pendidikan terakhirnya adalah SMEAN 1 Mataram Jurusan Tata Usaha. Bahkan, setelah lulus, dia pernah menjadi kepala madrasah ibtidaiyah setempat. Selain itu, dia juga bertani padi seperti mayoritas warga.

Namun, ketika mulai aktif sebagai anggota staf pemerintah desa, Kertamalip menyadari betapa pentingnya sistem informasi desa. Dia pun tertantang untuk mempelajari dan menerapkan teknologi informasi. Itu tak mudah diwujudkan di desa yang ada di pelosok dengan sebagian warganya masih kurang mampu. Apalagi, sinyal internet di situ kurang stabil.

Saat pertama diluncurkan, blog itu dicibir sebagai program gagah-gagahan saja. Namun, seiring dengan penguatan internet dari telepon genggam serta tampilan blog dan situs yang kian informatif, perjuangan itu disambut positif. Sistem ini mendorong desa lebih transparan, sementara warga memperoleh informasi dan pelayanan lebih mudah.

”Jika pemerintah bisa membantu fasilitas Wi-Fi, tentu kami bisa lebih berkembang lagi,” harap Kertamalip.

20160224IAM-sosok-kertamalip 4
Kertamalip Kepala Desa Karang Bajo, Bayan, Lombok Utara, NTB foto untuk sosok

Foto: KOMPAS/ILHAM KHOIRI

KERTAMALIP

♦ Lahir: Dasan Baro, 25 Desember 1965

♦ Pendidikan: SMEAN 1 Mataram (1986)

♦ Istri: Limanim

♦ Anak: Arniati, Rusniatun, Siti Aisyah

♦ Riwayat pekerjaan:

- Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tumpang Sari

- Pembantu PPN di Desa Bayan, Desa Senaru, dan Desa Karang Bajo

- Kepala Desa Karang Bajo (2007-2013, 2013-2019)

♦ Penghargaan:

- Kepala Desa Pelopor Good Governance dalam Pengelolaan Keuangan Desa (2015)

- Kepala Desa Berprestasi Bidang Informasi Desa (2013)

- Kader Lestari Bidang Kesehatan dari Kementerian Kesehatan (2013)

- Penghargaan Pelita Nusantara, diserahkan Wakil Presiden Boediono (2013)

 

Sumber:

KOMPAS – Kamis, 25 Feb 2016